Posts

1 x 7 ( bagian 2)

Image
Kemarin, lima tahun yang lalu.. Pagi itu Mas Adhi, sepupu kami datang ke rumah. Mencoba memberikan dukungan moril untuk saya dan Woro. Kami berdua sempat berbincang sambil sarapan di meja makan. "Kamu ingat ga, ustadz yang pernah aku bawa ke sini?" tanyanya. Saya hanya mengangguk. Tidak mengerti kemana arah pembicaraan ini. "Tadi mas cerita soal keadaan Bapak," sambungnya. "Ustadz bilang, kalau saat ini masih ada ganjalan dari orang lain yang menghalangi dia." Saya terdiam. "Coba kamu inget lagi deh, kira-kira ada ga yang belum kamu ikhlasin?" 22 Juni 2012 pukul 18.00 Malam ini adalah malam ulang tahun Jakarta. Banyak mall di Jakarta menawarkan diskon berbelanja. Rekan-rekan kerja mengajak saya untuk mengunjungi Pejaten Village setelah waktu kerja, hanya sekedar melihat apakah ada barang yang bisa dimiliki. Saya pun mengiyakan, sekedar melepas penat dan kesedihan. Bapak sakit. Sudah lebih dari satu bulan. Tiga minggu saya ha...

1 x 7 ( bagian 1 )

Image
Salam, pembaca! Sebelumnya saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa yang sangat telat ini, karena puasa tinggal beberapa hari ke depan. Tapi, seperti halnya blog yang baru diisi kembali setelah sekian lama ini, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Ya khan?! Tulisan kali ini terinspirasi oleh tulisannya Maknyak Putri yang mengharu biru, sehingga saya akhirnya tau jika beberapa waktu lalu adalah hari ayah untuk kawasan US (mereka merayakannya setiap minggu ketiga di bulan Juni - susah sekali ya mengingatnya). Berbicara tentang sosok ayah, atau yang lebih saya sering sebut dengan Bapak, saya tidak bisa lupa dengan pelajaran ini. 1 x 7   Hmm, saya sampai sekarang masih ingat sekali adegan ini. Kejadiannya saat saya bahkan masih SD. Kelas dua tepatnya. Saya yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata (kibas poni) merasa bosan dengan soal-soal matematika yang hanya penambahan dan pengurangan. Oleh karena itu, kemudian saya minta kepada Bapak untuk mengaj...

Bajak Laut dan Purnama Terakhir

Image
Novel Terbaru Adhitya Mulya Saya selalu punya masalah untuk menuliskan nama Adhitya. Pake huruf 'h' ga? Dimana letak huruf 'h' nya? Adit? Adhit? Adith? Ahhdit?? Tapi saya akui, kalau @adhityamulya adalah salah satu tokoh penulis favorit saya. Jomblo, Gege Mengejar Cinta, dan terakhir, yang bikin saya termehek-mehek saat membacanya : Sabtu Bersama Bapak. Nah, baru-baru ini penulis ini menerbitkan novel terbarunya yang diklaim berasal dari hasil pengendapannya bertahun-tahun. Judulnya : Bajak Laut & Purnama Terakhir. Jaka Kelana punya mimpi menjadi bajak laut yang disegani bersama keempat awaknya. Kenyataannya, Jaka selalu saja gagal merompak karena dia memulainya dengan terlalu sopan, seperti, Assalamualaikum, permisi, saya mau merompak, boleh? Demi mencapai impiannya dan berkat pesan dari Dewa Ganteng, Jaka pantang menyerah. Hingga suatu hari Kerapu Merah mulai beraksi dan dikejar-kejar kompeni! Dari satu pulau ke pulau lain, petualangan Kerapu Merah d...

Rindu Menulis

Udah lama banget ga menulis. Rasanya anent..

LG BT

"Trrt... Trrt" "Halo??" "Assalamu 'alaikum," "Wa'alaikum salam," "Dimana kamu?" "Di kos," "Sama siapa?" "Sendiri," "....." "Kenapa sih mah?" "....." "Halo?? Mah??" "Teman kamu mana?" "Teman?" "Iya, teman kamu," "Yang mana? Teman Rio kan banyak, maah" "Siapa itu namanya?" "Yang mana, maah? Yang sering nginep di rumah?" "Sering nginep di rumah?? Duh Gustiiii... Iya itu," "Milo bilang sih mau bimbingan dulu tadi," "Kok kamu tau?" "Ya kalo ga tau, mana bisa aku jawab pertanyaan mamah?" "Kok kamu ditanyain malah jawab gitu?" "Ya abis, mamah juga nanyanya gitu. Ada apaan sih mah?" "Udah berapa lama sama Milo?" "Tiga setengah tahun," "Astaghfirullahaladziim," "Halo?" "Tiga sete...

Boss (bisa juga) Patah Hati

Semoga orang kantor ga baca blog ini hehehe.. Saat tulisan ini dibuat, waktu menunjukkan pukul 00.22 WITA. Jam sepuluh malam tadi, saya baru mendaratkan pantat di sebuah guest house di Pulau Dewata. Usai ngobrol sama partner kerja malah ga bisa tidur. Tetiba reminder ponsel saya berbunyi, menginformasikan bahwa Wisnu, salah satu partner kerja di kantor, berulang tahun. Jadi yha sambil nungguin ganti hari di Jakarta sana, iseng lah mengisi blog yang kemarau dilanda El Nino ini. Omong-omong soal Wisnu, saya ingat sekali kami bertemu Oktober 2013. 5 bulan setelah saya masuk ke bagian operasional. Jadi bisa dibilang kami sama-sama junior lah. Hanya karena pengalaman bekerja saya di kantor itu lebih lama (baca: tua), maka saat boss kami pergi meninggalkan kami keluar negeri, terpaksa saya menggantikannya. Sejak saat itu, posisi kami jadi boss dan anak buah. Walaupun saya sih lebih senang memanggil mereka partner kerja. Ya ga papalah, punya partner kerja dulu, baru partner hidup (skip......

Pledoi si Tambun No 23

Image
Sebelas kali dentangan jam menyambut saya masuk ke dalam. Selebihnya senyap. Sesekali terdengar orang berbincang di warung kopi di depan rumah. Saya pun menghempaskan tubuh di atas sofa tak bersuara. Badan saya lelah bekerja seharian, mata pun sudah tak semangat untuk terbuka. Kombinasi antara capek dan kenyang setelah berbuka puasa membuat mata ini dan kelopaknya bagai kutub magnit yang saling tarik menarik. Cukup lama saya terdiam, untuk kemudian mengais-ngais energi mencoba berdiri. Mobil saya masih ada di luar dan harus dimasukkan ke dalam garasi... Kali ini saya berhenti di meja makan. Dokumen kantor yang saya bawa diletakkan di atasnya. Tas yang saya panggul saya sampirkan pada kursinya. Saya kembali diam, sesekali berpikir apa saja yang saya akan saya kerjakan besok. Sejenak kemudian, dengan satu mata saya melirik ke atas meja. Dan di sana, di tengah meja, terdapat sebuah benda yang  harus saya genggam, angkat, dan buka. Seraya menahan napas, saya melakukan ritual terakhir...