Posts

Jatim Park, Batu

Image
Sebenarnya ada satu cerita yang tersisa dari kepergian saya ke Malang beberapa waktu lalu . Dikarenakan alasan klasik kesibukan, maka cerita itu baru bisa tersampaikan sekarang.  Saat saya berada di Malang, dengan sangat menyesal mas Ivan, selaku tuan rumah, meminta maaf karena tidak dapat menemani saya jalan-jalan hari Sabtu itu. Dia harus ke kantor untuk interview calon karyawan baru. Saya pun tidak begitu keberatan, karena kedatangan saya pun pada intinya hanya untuk bertemu dan ngobrol dengan beliau, dan saya masih punya banyak waktu. Pagi hari itu saya pergi ke Malang Town Square (terkenal dengan singkatan MaToS) untuk membayar tiket Sancaka saya. Usai dari situ muncul kebingungan, bagaimana menghabiskan siang. Ada teman menawarkan untuk nonton Avengers bareng pacarnya, tapi saya menolak. Yang saya ketahui Malang terkenal dengan wisata Batunya. Iseng saya mencoba browsing bagaimana caranya saya bisa ke Batu. Saya pikir jarak Malang - Batu macam Jakarta - Puncak. Tapi set...

27

Image
Dunkin Donut Cik Di Tiro Jogjakarta, 7 Mei 2012 Saya sedang menunggu Mbak Wulan yang masih rapat. Kami berencana (tepatnya saya sih yang setengah memaksa) bertemu sebelum saya kembali ke Jakarta. Mbak Wulan adalah senior saya lainnya yang juga menjadi wakil kepala bagian di kantor wilayah kami di Jogja. Kami dulu berkerja di group yang sama. Parasnya ayu rupawan tapi semangatnya kuat bak binaragawan. Saat menulis artikel ini sejujurnya saya sangat letih sekaligus kenyang. Saat saya bermaksud menemui mbak Wulan di kantornya, ternyata beliau masih rapat. Akhirnya saya  menepi di sini dengan sepotong donat dan mocha coolata. Padahal sebelumnya saya baru saja sarapan. Menjadi solo backpacker itu salah satu dukanya adalah ketika barang bawaan kamu sudah overload dan punggungmu teriak-teriak minta dikecup koyo. Saat libido belanja saya masih bergairah melihat barang-barang di Malioboro, supaya lebih nyaman, gembolan besar ini harus dititipkan terlebih dahulu. Maka menyan...

26

Image
Tourist s don’t know where they’ve been. Travelers don’t know where they’re going – Paul Theroux Perumahan Belimbing Indah, Malang, 5 Mei 2012. Pagi ini saya terdampar di sini, bersauh tepatnya, setelah nyaris 12 jam menghabiskan waktu di perjalanan antara Denpasar – Malang. Sudah lama saya tidak menghabiskan malam di atas bus. Perjalanan panjang terakhir hanya sebatas Solo – Jakarta dengan kereta api cepat.  Rasanya menarik, melaju cepat di gelapnya malam, dengan rentetan tembakan cahaya kuning dan merah yang berasal dari lampu dan rem kendaraan. “Nanti sampai Malang terus gimana? Mau ngapain?” begitu pertanyaan hati kecil saat terombang-ambing di Selat Bali. Jawabannya pun butuh waktu lama, hingga akhirnya saya jawab. “Gak tau,” Yang saya tau bahwa saya harus berada Jogja pada hari Senin karena saya sudah pesan tiket pesawat pulang dari sana. Selebihnya, fleksibel, mengikuti nasib dan kemana hati melangkah. Awalnya saya berencana berangkat ke Malang pada ...

House Of Sampoerna

Image
Pertama-tama, nampaknya saya harus mengucapkan selamat melepas keperawanan untuk sahabat sejiwa, hai Cici Anggitha . Semoga perjalanan hidupnya bersama si kangmas dapat langgeng hingga kakek dan nenek. NAH, sebagai seorang teman yang baik hati, tampan, dan juga tidak sombong, pagi hari saya sudah menjejakkan kaki di Surabaya demi menghadiri resepsi Cici. Resepsinya sendiri di Kediri, sementara saya dan sahabat lainnya sudah janjian akan berangkat dari kota pahlawan itu pada pukul 3 sore. Menyadari ada waktu luang, saya manfaatkanlah untuk mengunjungi objek wisata yang ada di Surabaya. Satu yang langsung muncul di kepala dan sudah lama saya impikan untuk mengunjunginya adalah House Of Sampoerna . Bagi yang belum tau, House of Sampoerna itu semacam museum yang menceritakan mengenai bisnis perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Siapa sangka cikal bakal pendiri Sampoerna, Liem Seng Tee, ternyata anak adopsi sebuah keluarga di Bojonegoro. Bersama istrinya, ia memiliki sebuah warung ya...

Her Saturday Night Scrabble(*)

Image
Senin lalu, di saat melakukan ritual bakar menyan tengah malam, sahabat saya Cici Anggitha tiba-tiba mention dan melibatkan saya dalam sebuah percakapan yang tidak saya mengerti dengan sahabatnya yang bernama Reny Agustine . Usut par usut, ternyata Reny menantang kita membuat sebuah tulisan dari frase-frase yang diberikan oleh orang lain. Adrenalin pun terpacu. Hingga akhirnya saya meminta frase-frase dari 9 orang yang khusus dipilih. Orang-orang ini merupakan sahabat yang masih cukup aktif dalam dunia per-blog-an. Sekalian aja lah sebagai bentuk penghargaan supaya mereka makin semangat dalam mengupdate blognya :D. This is it (tm)! Selamat menikmati. Hari masih gelap gulita di Minggu ketiga. Semua pengungi rumah susun masih terlelap sementara aku sudah bersiap. Tak pernah ada damai di wajah orang-orang yang disuruh kerja bakti . Sementara bagiku kegiatan ini ibadah spiritual yang menata hati. Damaiku pernah hilang sebelumnya. Sampai kau datang ke hadapan dengan raut bertanya...

Random

Image
Pada gemericik hujan yang berderap di pukul satu. Maunya itu beku. Karena di sela tetesan beningnya, ia ingin titipkan rasa. Tetesan kecil membesar dan mencair. Saat menjumpai gadis yang menikmati angin bersemilir, ia pun tersihir. Lupa sudah tugasnya sebagai kurir. "Hai nona dengan kesabaran baja. Buat apa kau menanti si tuan gila kerja? Lebih baik kau ikut aku saja. Mengarungi dunia bagai ratu dan raja," "Duhai air nan penuh gairah. Segala pikiranmu salah. Tidak kucintai tuan begitu sangat. Hanya dalam kesetiaan kucapai puncak nikmat," "Pergilah kau, aku tak mengapa. Biarkan aku menunggunya entah sampai senja keberapa," dikutip dari @bimown . 17 Feb 20011. 1. Gambar diambil dari quirkymon.blogspot.com

Tuhan, ia datang lagi

Image
Tuhan, aku menghadap padaMu bukan hanya di saat-saat aku cinta padaMu, tapi juga di saat-saat aku tak cinta dan tidak mengerti tentang diriMu - Wahib Tuhan, ia datang lagi Kali ini tertawa di balik selimut putih Kadang juga menatap melalui spion kemudi Ia memiliki segudang kelebihan Berbicara mengundang perhatian Dan aku sang lemah iman Terjerembab dalam kehampaan Bersamanya aku merasa rendah diri Meski seharusnya hanya padaMu lah ku merasa seperti teri Kadang ingin aku teriak agar Kau puasi hati Supaya setidaknya aku bisa mensyukuri Padanya yang membuat pikiranku gemuruh dan napas menderu Tuhanku, aku cemburu [1] Photo's taken from chud.com