Posts

Musicademia 2008: Terima Kasih Pemuda Indonesia, Thanks Ya!!

Image
Nyoho.. Udah lama juga blog ini tidak digerayangi. Akhir-akhir ini sering banget gw mengeluh. Sampai-sampai seorang teman mengingatkan. Iya juga, kebanyakan mengeluh bisa ibadahnya ga berkah. Hehehehehe.. Termasuk tulisan yang satu ini :P. Musicademia 2008 digelar kemarin (29/10). Acara tahunan dari Twilite Orchestra ini menampilkan suguhan orkes yang dikemas untuk kalangan mahasiswa. Bagi gw sendiri ini merupakan kali kedua menikmati Musicademia. Sempat khawatir tidak bisa sampai ke Balai Kartini karena deploy yang bermasalah, gw dan teman-teman kantor mendapati kerumunan orang yang sangat padat di depan pintu masuk. Dari jarak beberapa meter, gw liat si Pla udah bercampur dalam kerumunan orang. Patut diacungi jempol, gairah anak muda untuk menonton hiburan yang berkelas ini. Harus diakui gw menaruh harapan lebih saat menonton konser ini. Sayangnya kenyataannya diluar ekspektasi gw. Pertama, setting ruangannya sebenernya yang agak nggak banget. Pengunjung yang duduk di kursi bagian...

Kecewanya BCL

Alkisah satu malam menjelang pesta pernikahannya dengan saudagar asal Malaysia, Bunga Citra Lestari mencoba mengulang perjalanan hidupnya. Memori-memori sejak kecil hingga ia bertemu dengan si pria Malay ini coba ia gali kembali. Dalam getaran rasa, ia menemukan satu nama yang kerap ia sebut dalam buku hariannya. Bukan Sunny, bukan tommy, hengky, udin, apalagi sapii. "Bimo... bimo... Jantungku berdebar tiap kuingat padamu" Bunga memungut teleponnya. Dengan jemarinya yang lentik ia coba mencari apakah masih ada cara tersisa untuk memanggilnya sekali lagi. "Tuut.. tuuut.." (suara telepon tentunya, bukan suara kentut) "Halo.." "Halo, Bimo. Lagi dimana, ngapain..." "Di kamar, tidur, sendiri.." "Oh.." "Di kamar, tidur, sendiri.." "Heh?" "Di kamar, tidur, sendiri.." "!!!!" Lantas dalam sekejap terciptalah lagu Kecewa yang lagi sering banget diputer di radio-radio. Siapa yang menyangka lagu itu...

"burung" bernama "otong"

Image
Kemarin gw dan partner kerja (beeeuh berasa Men In Black) menemukan sebuah artikel menarik tentang underwear . Artikel tersebut bercerita tentang si kolor dari sudut pandang si kolor itu sendiri. Abis kelar baca, tiba-tiba partner gw ini nyeletuk.. "Kenapa ya, disebutnya burung??" "Soalnya............" ga ada jawaban. Kenapa yhaaaa... Gw berpikir keras, cuman ga ada jawaban logis sama sekali. "Kenapa ga tikus, ular, atau gajah gitu?" "Kenapa yha mas..." Serius loh.. gw mikirin ini sampe gw pulang. Sampe gw jalan di jembatan benhill pun gw masih mencari jawabannya. Sempat terbersit alasan, bahwa burung itu harus dikandangin, kalo engga bisa terbang. Lhaa?? Emangnya kalo penis (sorry, gw mengatakan hal yang ilmiah loh) ga disangkarin, terus terbang gitu? Kenapa ga singa atau macan tutul? Kan mereka juga harus dikerangkeng juga? Usut punya usut ternyata sebutannya bukan cuman burung dink.. Waktu kecil ada sebut-sebutan lain, tapi "burung"...

tahun ke 28

What will I be???? Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf lahir dan Batin

Dinas

“Their story, yours and mine - it's what we all carry with us on this trip we take, and we owe it to each other to respect our stories and learn from them” --bukan gw yang nulis Mungkin bagi orang lain perjalanan dinas biasa, tapi bagi gw istimewa. Soalnya ini pertama kalinya gw melakukan perjalanan ke luar kota membawa misi kantor. Norak yah? :P. Dan gw baru tau bahwa dinas keluar kota ga sekedar urusan pergi-berkunjung-datang saja. Ada urusan membuat SPJ. Belum lagi sowan ke Kantor Wilayah terlebih dahulu. Pokoknya hal-hal yang bikin hati kecil berkata "rebyek amat". Tapi itulah.. pastilah ada suatu makna yang terkandung di dalamnya. Perjalanan Dinas gw ke Semarang ( kaline banjiir... ) ini cukup menguntungkan. Setidaknya gw nggak begitu asing dengan kultur budaya masyarakat sini. Setidaknya gw bisa menjenguk Eyang gw yang sedang sakit (semoga saja, hingga tulisan ini diturunkan daku belum juga punya waktu ke sana). Coba kalo gw langsung diekspor ke Timika, Tahuna, atau...

Angkot waat?

Biar kate kulitasnya beda jauuuuuh, nonton latiannya Elfa's Choir jadi kangen sama Ascii huhuhuhu.. Hampir tiap malam gw begadang ngerjain proyek-pertama-gw-nan-tak-kunjung-finish-menggundahkan-hati. Kadang jam 1 baru tidur. Unproblemo, selama masih ada semangat dan Cinta Fitri (hayyah!). Makanya kalo pagi begitu naik angkot langsung deh "mengheningkan cipta" dengan khusyuk dan seksama. Sampe cawang bayar angkot n usep-usep belek dikit. Perjalanan masih dilanjutkan dengan naek bis ke arah semanggi. Ini yang agak berat. Soalnya sering banget ga dapet duduk. Tapi gw jadi bisa membuktikan bahwa tidur itu ada tahapan alphanya. Biasanya gw berdiri dengan kedua tangan berpegangan di palang atas bis. Pertama ga sadar merem.. tapi suka ngayal-ngayal sendiri (ini SPP gimana, SPS nanti gimana, Portal DWH aduh kapan koneknya @#$#). Dan tiba-tiba suatu saat badan gw drop. Kayak mau jatuh.. Untung pegangan. Nahh itulah gw sudah melewati tahap alpha dan menuju tidur lelap. Masalah dat...

Surat untuk Sang Dewi Hujan

Good News. Jembatan Benhil yang mencemaskan itu sudah diperbaiki. Jadi kalo lewat situ udah bisa sambil merem.Yay!! Dewi Hujan. Mungkin aku terlalu cemas setiap kau mulai mendatangkan titik demi titik gerimis. Selalu mencoba berlari berteduh karena aku takut akan airmu yang dingin, yang akan menusuk ke tulang-tulangku. Kini ku tau, kau tak sebarkan kesunyian. Kau sirami kesejukan yang menenangkan. Maafkan aku, saat aku lari dan bersembunyi. Bukannya ku tak ingin berjumpa denganmu. Hanya, ku....... ku yakin masih banyak hewan lain yang membutuhkanmu. Kambing yang tak suka mandi.